4 Ciri Hubungan Suami Istri Sedang Ada Masalah dan Solusinya

Beberapa orang bilang kalau kehidupan pernikahan tak semenyenangkan seperti ketika pacaran. Hal itu bisa benar atau tidak. Pada dasarnya, dalam setiap hubungan pasti ada masa jenuh di mana semuanya terasa monoton. Namun hal itu seharusnya tak menjadi berlarut-larut jika kedua pihak bisa mengatasinya dengan bijak. Bahkan tak jarang perselingkuhan bahkan perceraian terjadi karena kekesalan yang dipendam.


Ada beberapa ciri yang menandakan hubungan suami istri sedang ada masalah, diantaranya:

1. Frekuensi hubungan seks yang berkurang

Seks menjadi faktor penting dalam sebuah hubungan pernikahan. Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis, seks memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan psikologis pasangan suami istri. Kesenangan dari hubungan seksual bermanfaat memperkuat keintiman dalam sebuah hubungan. Secara keseluruhan, seks membantu Anda dan pasangan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.

Karena itu, ketika frekuensi hubungan seks dengan pasangan mulai berkurang, pasangan menikah akan merasa hubungannya mulai renggang tak semesra dulu lagi hingga akhirnya merasa kesepian. Hal ini bisa memicu salah satu atau bahkan kedua pihak untuk mencari kesenangan baru di luar rumah.

2. Sibuk dengan pekerjaan masing-masing

Dalam pernikahan, Anda dan pasangan adalah dua orang yang sama-sama berkomitmen dan bertanggung jawab atas peran masing-masing. Namun jika keduanya bekerja, mungkin menjadi semakin sulit untuk meluangkan waktu yang berkualitas bersama pasangan. Hubungan seks menjadi tidak berkualitas, komunikasi berkurang, dan bahkan hanya bisa bertatap muka dalam waktu yang singkat setiap harinya.

Jika selama ini Anda dan pasangan hanya terpaku dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, maka artinya ada yang salah dalam hubungan ini. Tentu, hubungan yang Anda bangun dengan pasangan tak sekadar pemenuhan tanggung jawab saja.

3. Merasa pasangan kurang pengertian

Setiap pasangan suami istri tentunya berharap bisa saling mengerti satu sama lain atas masing-masing peran yang dijalani. Namun faktanya tak selalu terjadi seperti yang diharapkan. Ketika Anda merasa pasangan egois, hal itu menandakan adanya masalah dalam hubungan pernikahan Anda. Sehingga Anda dan pasangan menjadi lebih sering bertengkar yang pada akhirnya memicu pasangan untuk menghindari masalah dengan menyibukkan diri dalam pekerjaan dan bahkan kurang tertarik melakukan hubungan intim.

4. Sama-sama tidak menjadi “pendengar”

Wajar bila pasangan suami istri sesekali mengalami pertengkaran. Pasti ada momen di mana seseorang merasa benar atas argumennya. Namun yang harus diwaspadai adalah ketika Anda dan pasangan sering bertengkar tapi akar masalahnya tidak pernah selesai. Hal ini karena tidak ada yang mau menjadi pendengar sehingga pertengkaran Anda dari waktu ke waktu malah menimbulkan masalah yang lebih buruk.

Ketika hubungan Anda dan pasangan mulai terasa ada yang salah, solusi yang paling efektif adalah komunikasi. Cobalah bicara perlahan dengan pasangan Anda dan ungkapkanlah kekesalan masing-masing. Mungkin saja tak hanya Anda yang merasa kurang dimengerti, tapi pasangan Anda juga merasakan hal yang sama. Cobalah untuk sama-sama belajar memahami cara berpikir masing-masing dan segera mencari solusi untuk setiap masalah yang muncul.